RENCANA penataan kawasan Malioboro, Kridosono dan Jalan Kenari terus dimatangkan. Pembangunan tiga kawasan tersebut tidak hanya mengedepankan aspek ekonomi, tapi juga penyediaan arena publik yang representatif. Pemprov DIY sejauh ini belum memutuskan sebagai kebijakan karena dari konsep yang diajukan investor masih ada yang perlu diperbaiki.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi DIY Drs Tavip Agus Rayanto MSi kepada KR di ruang kerjanya kompleks Kepatihan, Senin (8/8) memaparkan garis besar konsep penataan ketiga kawasan yang ditawarkan oleh investor. Pengembangan Malioboro, diarahkan untuk menyediakan tempat parkir. Karena lahannya terbatas, maka yang paling memungkinkan adalah pengembangan ke bawah.
Untuk itu investor menawarkan konsep pembangunan parkir bawah tanah. Intinya dari Pasar Beringharjo hingga Bank Indonesia dan ke timur hingga Taman Pintar akan diperhitungkan lebih lanjut untuk dibangun
kawasan parkir bawah tanah.
Di kawasan tersebut juga akan dibangun pertokoan. Sebab jika hanya mengandalkan pendapatan dari parkir, sulit mencapai break event point (BEP). ”Sudah ada kajian dari ITB. Tapi konsorsium masih diminta Gubernur untuk mengkaji,” kata Tavip. Pemprov sendiri menginginkan konsep pembangunan area parkir di Malioboro, sehingga Alun-alun Utara nantinya bisa bersih.
Dipilihnya lokasi tersebut mempertimbangkan kemungkinan konflik sosial yang akan timbul lebih kecil daripada di utara. Penggunaan lahan di kawasan tersebut lebih pada hubungan antarpemerintah. Kawasan Malioboro ke depan juga dikonsep sebagai citywalk.
Sedang Kawasan Kridosono seluas 28 ribu meter persegi rencana akan dikembangkan menjadi arena publik dan kawasan ekonomi. Kawasan pertokoan dibangun di sisi selatan. Hanya saja karena ada persyaratan bangunan agar tidak mengganggu transportasi, ketinggian bangunan kemungkinan hanya dua lantai. Pembangunan lebih banyak dilakukan ke bawah.
Kemudian di tengah Kridosono diusulkan dibangun panggung yang dikelilingi air mancur. Di sekelilingnya juga disediakan tempat duduk. ”Jadi semacam arena teater,” ujar Tavip. Fasilitias publik seperti lapangan sepakbola, kolam renang yang selama ini dimanfaatkan masyarakat rencana dipindahkan ke Jalan Kenari di sebelah barat kantor Pusdalops. Di kawasan tersebut terdapat lahan milik Pemprov DIY yang cukup luas.
Sumber